PKH Solusi Alternatif Mengurangi Jumlah Pengangguran di Indonesia

Foto421A. Latar Belakang

Ada beberapa dasar pemikiran yang melatar belakangi Yayasan Baroena Mustika Indonesia (YABAMUSTI) Aceh Tamiang untuk melaksanakan program pendidikan luar sekolah/ kursus di bidang kecakapan hidup (life skill) bidang Ilmu Akupunktur, yaitu:

1. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang mencatat jumlah penduduk miskin di Aceh per Maret 2014 sebanyak 881 ribu orang dengan angka pengangguran mencapai 145 ribu orang. Angka ini dinilai bisa saja lebih besar jika dihitung secara menyeluruh.

2. Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) yang dianggap banyak tidak tepat sasaran seperti sektor Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) atau Life Skill sebagai suatu bagian dari Pendidikan Non Formal, seharusnya juga mendapat anggaran yang lebih sesuai. Untuk memicu pertumbuhan lapangan pekerjaan selain sektor pertanian, perikanan atau perkebunan.

3. Sehubungan dengan tema pembanguan III (2015-2020), Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan pada tahun 2015 melanjutkan dan memperkuat pelayanan pendidikan kecakapan hidup (life skill) bagi warga masyarakat putus sekolah, menganggur dan kurang mampu (miskin) Pengangguran dan kemiskinan di Indonesia masih menjadi masalah besar yang memerlukan perhatian Pemerintah Pusat maupun Daerah.

4. Jumlah anak putus sekolah (drop out) SMK/SMU/MA ditambah lulusan SLTP, SLTA tidak melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi tahun 2013 sebesar 2.023.222 anak (sumber: Pusat Data Statistik Pendidikan Kemendikbud, 2014).

5. Penduduk miskin di Indonesia pada September 2014 sebesar 27,73 juta jiwa atau sebesar 10,96% dari total penduduk Indonesia (sumber : Berita resmi statistik BPS, 2 Januari 2015).

6. Penganggur Terbuka di Indonesia pada Agustus 2014 sebesar 7,24 juta jiwa atau 5,94 % dari jumlah angkatan kerja sebesar 121,87 juta jiwa (sumber: Berita resmi statistik BPS, 5 November 2014).

7. Berdasarkan kenyataan tersebut, perlu segera dilakukan langkah-langkah strategis melalui pengembangan program yang secara langsung dapat mengurangi pengangguran. Penanganan masalah pengangguran akan berdampak pada penurunan angka kemiskinan dan tindak criminal.

B. Dasar Hukum

1. Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

2. Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 dan telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan;

3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2015.

4. Peraturan Presiden Nomor 14 tahun 2015 tentang Struktur Organisasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2012 tentang Bantuan Kepada Satuan Pendidikan Anak Usia Dini dan Non formal serta Lembaga di Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal.

6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2013 tentang Pedoman Umum Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Belanja
Bantuan Sosial di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 tahun 2008 tentang Uji Kompetensi bagi Peserta Didik Kursus dan Pelatihan dari Satuan Pendidikan Nonformal atau warga masyarakat yang belajar
mandiri;

C. Tujuan

Tujuan penyelenggaraan Program Pendidikan Kecakapan Hidup (PKH) sebagai berikut:

1. Memberikan berbagai keterampilan kerja bagi warga masyarakat yang menganggur karena tidak memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan lapangan kerja.

2. Mendorong lembaga pendidikan nonformal untuk memberikan pembekalan bagi masyarakat agar memiliki keterampilan kerja sekaligus mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

3. Mendorong masyarakat untuk meningkatkan keterampilan yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi.

D. Pengertian Kecakapan Hidup

Pendidikan Kecakapan hidup (PKH) atau life skill secara umum diartikan sebagai pendidikan yang memberikan bekal berbagai pengetahuan dan kecakapan yang penting dimiliki oleh seseorang sehingga mereka dapat bekerja dan hidup mandiri.

Program pendidikan kecakapan hidup dimaknai sebagai program pendidikan keterampilan hidup yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan nonformal khususnya lembaga kursus dan pelatihan untuk
memberikan kesempatan bagi warga masyarakat yang karena sesuatu hal tidak memiliki keterampilan kerja agar mengikuti berbagai keterampilan sehingga memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan kerja yang memadai untuk bekerja dan/atau berusaha mandiri.
(YABAMUSTI – Aceh Tamiang)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s