Pengumuman Seleksi Calon Asesor BAN PAUD dan PNF 2016

Logo BAN PNF
Pengumuman Seleksi Calon Asesor BAN PAUD dan PNF 2016
Published in Kegiatan BAN PNFThursday, 24 December 2015 00:00
Dalam rangka memenuhi kebutuhan Asesor untuk Akreditasi PAUD dan PNF di Tahun 2016, dengan ini BAN PAUD dan PNF mempublikasikan:

1. Pengumuman Seleksi Calon Asesor PAUD – BAN PAUD & PNF
2. Pengumuman Seleksi Calon Asesor dengan Kriteria Khusus – BAN PAUD & PNF
3. Formulir Pendaftaran Mengikuti Seleksi

BADAN AKREDITASI NASIONAL
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN NON FORMAL

Sekretariat: Komplek Direktorat Jenderal Dikdasmen Kemdikbud
Gedung F Lantai 2 Jl. RS Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan
Telepon : (021)7658424, Fax: (021)7698141
Website : http://www.banpnf.or.id, Email: info@banpnf.or.id Lanjutkan membaca Pengumuman Seleksi Calon Asesor BAN PAUD dan PNF 2016

Sedikitnya ada 18 Institusi Perguruan Tinggi di Aceh yang telah mendapat akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi (PT).

www.harianaceh.co.id_2016-01-21_17-05-25-696x510
Aceh Tamiang – YABAMUSTI
Akreditasi diperlukan untuk menjamin mutu dari suatu lembaga pendidikan. Selain itu untuk masyarakat umum, akreditasi juga bisa menjadi alat untuk mengukur kesiapan suatu Peguruan Tinggi untuk melakukan proses pendidikan.

Sebelumnya Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Prof Mansyur Ramli mengimbau agar masyarakat khususnya calon mahasiswa baru pandai-pandai memilih perguruan tinggi. Hal ini menanggapi isu mengenai ijazah abal-abal yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi.

Dalam Undang-Undang 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi (Dikti) ijazah legal dikeluarkan oleh kampus yang institusi dan prodinya terakeditasi. “Jika prodinya saja yang terakreditasi, ijazahnya bodong. Masyarakat harus tahu aturan baru ini, supaya tidak menyesal,” Kata Ketua BAN PT.
“Masyarakat harus hati-hati memilih kampus. Lebih baik masuk ke kampus yang terakreditasi institusi dan prodinya,” paparnya.

Berikut 18 Perguruan Tinggi di Aceh yang telah mendapat Akreditasi wilayah XIII, dikutip dari laman Ban-PT, Kamis (21/1/2016):
1. Universitas Syiah Kuala – A
2. IAIN Ar-Raniry – B
3. Politeknik Aceh – B
4. Universitas Muhammadiyah Aceh – C
5. Universitas Jabal Ghafur, Pidie – C
6. Universitas Al Muslim, Bireuen – C
7. Akademi Pariwisata Muhammadiyah Aceh – C
8. Politeknik Aceh Selatan – C
9. Politeknik Negeri Lhokseumawe – C
10. Sekolah Tinggi Agama Islam Al Aziziyah Samalanga, Bireuen – C
11. Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Hikmah, Aceh Barat – C
12. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Malikussaleh, Lhokseumawe – C
13. Sekolah Tinggi Agama Islam Sepakat Segenep, Aceh Tenggara – C
14. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kebangsaan Bireuen – C
15. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cut Nyak Dhien, Langsa – C
16. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al Hilal, Sigli – C
17. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Aceh Barat Daya – C
18. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Bina Bangsa, Lhoksemawe – C
(Sumber: http://ban-pt.kemdiknas.go.id/)

Mendikbud : “Sebagian Tantangan Tidak Hanya Bisa diselesaikan oleh Pendidikan Formal Saja”

2311150924IMG_1715
Bandung, PAUD dan Dikmas.
”Di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kita menyadari bahwa sebagian dari tantangan itu tidak hanya bisa diselesaikan oleh pendidikan formal saja,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies R Baswedan terkait langkah Kemendikbud menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), saat memberikan arahan pada acara “Gerakan Indonesia Kompeten” sekaligus membuka secara resmi kegiatan “Seminar Nasional, Pameran Kursus dan Pelatihan Tahun 2015. Kamis (19/11).

Menurut Mendikbud, pendidikan formal itu membutuhkan waktu yang panjang serta memerlukan proses yang tidak singkat. Tetapi kebutuhan yang kita hadapi dilapangan ternyata membutuhkan solusi yang cepat, oleh karena itu kegiatan-kegiatan kursus-kursus itu menjadi sesuatu yang menarik untuk kita dorong perkembangannya.
“Saat saya dikabari untuk menghadiri kegiatan di Bandung ini, Saya sangat antusiasnya untuk hadir karena memang sangat penting” ujar Mendikbud mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan.

Mendikbud menambahkan bahwa sekarang ini merupakan saat yang tepat untuk membalikkan persepsi yang sering kali muncul di masyarakat kita, yaitu mengejar status yang muncul dari cerminan lembar Ijazah. Seakan-akan ijazah merupakan jawaban semua solusi, orang-orang sukses bukan hanya dinilai dengan ijazahnya tetapi juga karena kompetensi dan kinerjanya.

Ini era baru, diperlukan kompetensi dan kinerjanya bukan sertifikatnya saja, meskipun nanti didunia internasional dibutuhkan sertifikat. Kalau tidak mempunyai sertifikat seringkali tidak mendapatkan ijin untuk menjadi operator-operator berbagai macam aktivitas produksi, tetapi yang penting kita dorong disini adalah mengenai kesadaran kompetensi dan kinerja, ujar Mendikbud menambahkan.

Pada acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Ditjen PAUD dan Dikmas pada tanggal 19-21 November 2015, Mendikbud juga menyerahkan penghargaan kepada pengabdi kursus dan pelatihan, apresiasi Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) berprestasi dan apresiasi peserta didik kursus.
Mendikbud juga menyaksikan penandatanganan Memorandum of Undersatnding (MoU) antara Lembaga Kursus & Pelatihan (LKP), dengan delapan lembaga/ perusahaan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sekaligus mengunjungi stand Pameran Kursus dan Pelatihan 2015. Pada kesempatan ini Harris Iskandar selaku Ditjen PAUD dan Dikmas beserta beserta jajaranya mendampingi rangkaian kegiatan yang diikuti oleh Mendikbu. (M.Husnul Farizi, Pri/KS)

Orang-orang Indonesia Yang Sangat di Hargai Di Luar Negeri Karena Prestasinya

1. Ken Kawan Soetanto, Pria kelahiran Surabaya ini merupakan salah seorang profesor di School of International Liberal Studies dan Venice Internasional University, Italia
ken sutanto
Source: trimediapos.com

2. Josaphat Tetuko, Berasal dari Bandungsaat ini sebagai staf tetap di Center for Enviromental Remote Sensing, Universitas Chiba, Jepang
y  tetuko
Source: http://www.nkri.web.id

3. Yogi Erlangga, kelahiran Tasikmalaya, Menjadi orang pertama di dunia yang berhasil memecahkan persamaan Helmholtz dengan menggunakan matematika numerik secara cepat.
yogi erlangga
Source: maxmanroe.com

4. Warsito Purwo Taruno, berhasil menemukan inovasi jaket kanker yang telah diakui dunia bahkan telah diterapkan oleh badan Antariksa Amerika Serikat yaitu NASA Sempat kecewa karena penelitiannya untuk tidak diteruskan oleh pemerintah Indonesiawarsito purwo
Source: kontan.co.id

5. Nelson Tansu, 25 tahun, pria asal Medan ini berhasil meraih posisi sebagai asisten profesor di Lehigh University, Amerika Serikat.
nelson tansu
Source: yuniarevaa.blogspot.com

6. Irwandi Jaswir, Irwandi Jaswir dikenal sebagai salah satu ilmuwan bioteknologi terbaik di dunia. Pria kelahiran Medan, 20 Desember 1970 ini, menjadi koordinator riset di Halal Industry Research Centre, Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM), Kuala Lumpur.
irwandi jaswir
Source: nasional.inilah.com

Selamat Datang Dr. Yusuf Muhyiddin sebagai Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan

JAKARTA, Setelah melalui seleksi ketat lelang jabatan eselon II, akhirnya bertempat di gedung A Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan melantik Yusuf Muhyiddin Sebagai Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Kemitraan dan Kelembagaan, Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan pada Direktorat Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat. Dr. Yusuf Muhyiddin menggantikan direktur yang lama yaitu Muslikh, SH.

Selamat datang di Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, semoga menjadi pemimpin yang amanah dan membawa kursus dan pelatihan menjadi lebih baik lagi dalam menjawab tantangan kedepan.

Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kasubdit Kelembagaan dan Kemitraan, Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan.
Yusuf Muhidin
Selamat Datang