Semua tulisan dari baroenamustika

Yayasan Baroena Mustika Indonesia (YABAMUSTI) Aceh Tamiang Jln. Kp. Serong No. 4 - Paya Kulbi - Karang Baru - Aceh Tamiang 24476 Hp. 0813 1463 4701 - 0812 8787 3107

Topik Apresiasi GTK PAUD & Dikmas tahun 2017

Posted: 03 Mar 2017 03:36 PM

Jakarta (04/03/2017) Setelah melalui pembahasan dan diskusi kelompok terpumpun (terfokus) akhirnya ada perubahan topik Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) PAUD dan Dikmas Tahun 2017.  Perubahan topik dilakukan setelah menerima masukan dari berbagai pihak termasuk dari asosiasi/organisasi mitra GTK PAUD Dikmas.

Di samping itu ada penambahan jenis lomba dari pengumuman yang dirilis oleh Direktorat Pembinaan GTK PAUD dan Dikmas pada Januari 2017 lalu, yaitu Tutor Paket A. Penambahan Tutor Paket A ini terjadi setelah ada usulan dari Dewan Pengurus Pusat Forum Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional baik secara tertulis maupun melakukan lobby.

Penyelenggaraan kegiatan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas mempunyai tujuan yang strategis, antara lain (1) memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI); (2) memperkuat upaya pengembangan karakter GTK PAUD dan Dikmas; (3) mendukung keberhasilan program pendidikan vokasi di kalangan GTK PAUD dan Dikmas serta pendidikan masyarakat; (4) membangun kebersamaan dan saling tukar pengalaman GTK PAUD dan Dikmas dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di daerahnya masing-masing, (5) aktualisasi keberadaan dan peran GTK PAUD dan Dikmas, (6) sarana pemberdayaan kearifan lokal; (7) promosi keberdaan program PAUD dan Dikmas dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; (8) memberikan penghargaan atas dedikasi dan atau prestasi GTK PAUD dan Dikmas; dan (9) mensosialisasikan peran dan tanggungjawab kepada pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas (capacity building) GTK PAUD dan Dikmas.

Agar kegiatan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas dapat dijadikan ajang pembinaan peningkatan kompetensi secara merata dan berkesinambungan pada kalangan GTK PAUD dan Dikmas secara meluas, maka mulai tahun 2017 ini diberlakukan aturan bahwa peserta Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas yang pernah ikut satu kali baik pada satu jenis lomba yang sama atau berbeda tidak diperbolehkan ikut.

Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas dikemas dalam bentuk penampilan karya terbaik yang merupakan hasil inovasi dan pengalaman baik (best practices) yang sudah dilakukan di masing-masing satuan pendidikan nasional. Untuk menyajikan karya terbaik telah ditentukan topik atau tema untuk setiap jenis GTK PAUD dan Dikmas. Adapun topik lombahasil revisi adalah sebagai berikut.

NO. JENIS GTK PAUD dan DIKMAS RUANG LINGKUP KARYA TERBAIKTAHUN 2017
1. Guru KB/TPA/SPS (Kelompok Bermain/Taman Penitipan Anak/ Satuan PAUD Sejenis) Inovasi Pembelajaran Anak Usia Dini Berbasis Karakter sesuai Kearifan Lokal
2. Pengelola KB/TPA/SPS Inovasi Pengelolaan PAUD
3. Instruktur Kursus Komputer Inovasi Pembelajaran Pembuatan Karya Ekonomi Digital Kreatif
4. Instruktur Kursus Tata Kecantikan Rambut Inovasi Pembelajaran Membentuk Sanggul Daerah (pilihan dari daerah Jawa Barat, Bali dan Sumsel)
5. Instruktur Kursus Tata Rias Pengantin Inovasi Pembelajaran Tata Rias Pengantin Tradisional (yang sudah dibakukan)
6. InstrukturKursus Tata Busana Inovasi Pembelajaran Modifikasi dan Kreasi Desain Busana Kerja Wanita/Pria Menggunakan Bahan Batik
7. Instruktur Kursus Otomotif Teknik Sepeda Motor Inovasi Pembelajaran Efisiensi Bahan Bakar Pada Kendaraan Sepeda Motor Sistem Injeksi
8. Pengelola LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan) Strategi Peningkatan Daya Serap Lulusan LKP untuk berwirausaha dan/atau bekerja pada DUDI
9. Pamong Belajar pada SKB Inovasi Pembelajaran Program PAUD dan Dikmas dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Peserta Didik
10. Penilik Strategi Pengendalian Mutu/Pembimbingan untuk Meningkatkan Profesionalitas GTK PAUD dan Dikmas sesuai Standar Nasional Pendidikan
11. Pengelola PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Strategi Pengelolaan untuk Meningkatkan Kemandirian PKBM
12. Pengelola TBM (Taman Bacaan Masyarakat) Strategi Pengelolaan TBM Berkelanjutan dalam Membangun Masyarakat Gemar Membaca
13. Tutor Paket A Pengembangan Pendidikan Kecakapan Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup Sehari-hari
13. Tutor Paket B Pengembangan  Pembelajaran Pendidikan Kecakapan Hidup Berbasis Kearifan Lokal
14. Tutor Paket C Pengembangan  Pembelajaran Pendidikan Vokasi Yang kreatif dan Inovatif  Dalam Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan
15. Tutor Pendidikan Keaksaraan Inovasi Pembelajaran Keaksaraan Berbasis Teknologi Informasi
16. Kepala SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Strategi Persiapan Pengelolaan SKB menuju Satuan Pendidikan
17. Paduan Suara Lagu Wajib:  Mars GTK PAUD dan Dikmas (Pemenang Cipta Lagu Tahun 2016)Lagu Pilihan: Lagu Daerah (Cinta Tanah Air, Perdamaian, Persahabatan, Perjuangan, Gotong Royong, dan Rasa Syukur Kepada Tuhan YME)
18. Senam Kreasi Daerah Musik Gemu Famire (kelompok 17 orang per provinsi)

Untuk mengunduh petunjuk penyelenggaraan Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas serta pedoman penilaian setiap jenis lomba dapat diunduh tautan berikut ini.

  1. Petunjuk Pelaksanaan Apresiasi GTK PAUD da Dikmas Tahun 2017
  2. Pedoman Penilaian Paduan Suara
  3. Pedoman Penilaian Senam Kreasi Daerah
  4. Pedoman Penilaian GTK PAUD
  5. Pedoman Penilaian GTK Dikmas
  6. Pedoman Penilaian GTK Kursus

[fauziep]

LPA Mustika (Yayasan Baroena Mustika Indonesia) Aceh Tamiang Mendapat Akreditasi B dari BAN PNF

akreditasi
Aceh Tamiang – YABAMUSTI
BAN PAUD dan PNF, sesuai yang dijanjikan, mengebut penyelesaian penetapan status akreditasi program PAUD dan PNF yang mengajukan akreditasi pada tahun 2016. Telah ditetapkan 5627 program PAUD dan PNF yang dituangkan dalam 34 surat keputusan hasil akreditasi.
Perdana Afif Luthfy, Sekretaris Badan Akreditasi Nasional PAUD dan PNF menjelaskan sudah diterbitkan 34 SK Hasil Akreditasi tahun 2016 untuk 5627 Program dan Satuan PAUD dan PNF. SK tersebut dapat diakses di tautan ini. http://web.banpnf.or.id/index.php/banpnf-download/viewcategory/83-sk-penetapan-status-akreditasi-tahun-2016?start=10

“Kepada Program dan Satuan PAUD, LKP, PKBM, dimohon untuk mencermati data yang tertera di Lampiran SK. Jika terdapat kesalahan redaksional Program dan Satuan PAUD, LKP dan PKBM, Lembaga dapat melaporkan ke BAP PAUD dan PNF Provinsi masing-masing dengan menyampaikan copy Ijin operasional yang berlaku, dalam waktu 3 hari sejak SK diumumkan.” ungkap Perdana Afif Luthfy yang disampaikan kepada jaringan media sosial agar diteruskan kepada seluruh satuan pendidikan yang mengajukan akreditasi.
Ditambahkan informasi bahwa minggu depan dijadwalkan akan diumumkan kembali 21 SK Hasil Akreditasi untuk 4004 Program dan Satuan PAUD dan PNF. Sehingga BAN PAUD dan PNF tahun 2016 menerbitkan total 55 SK Hasil Akreditasi (sejumlah tahapan akreditasi di 32 Provinsi) untuk 9631 Program dan Satuan PAUD dan PNF.

“Sertifikat Akreditasi akan mulai dicetak minggu depan dan ditargetkan pada bulan Februari 2017 sudah diterima di masing-masing BAP PAUD & PNF untuk didistribusikan ke Lembaga Terakreditasi,” tambah Perdana Afif Luthfy menutup informasi yang disampaikan.
Dengan diumumkannya hasil akreditasi tersebut, maka diharapkan satuan pendidikan kesetaraan yang dinyatakan terakreditasi (minimal C) pada tahun pelajaran 2016/2017 dapat bertindak sebagai penyelenggara ujian nasional. [fauziep]

Hasil Penilaian Kinerja (EK) Lembaga Kursus & Pelatihan seluruh Indonesia Tahun 2016

Hasil Evaluasi Kinerja LKP seluruh Indonesia tahun 2016, yang telah ditetap kan dengan Surat Keputusan Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Direktorat jenderal PAUD dan Dikmas, Kemendikbud RI, dengan Nomor: 848/C5/HK/2016 tanggal 16 desember 2016…
http://infokursus.net/beritadetil.php?id=364

Daftar lampiran keputusannya bisa di download disini:
hasil_ek_lkp_2016

Penguatan Literasi dan Vokasi di Hari Aksara Internasional 2016

2
Jakarta, Kemendikbud – Tanggal 8 September diperingati sebagai Hari Aksara Internasional. Tema yang ditetapkan UNESCO untuk Hari Aksara Internasional 2016 adalah “Reading the Past, Writing the Future”, atau “Membaca Masa Lalu, Menulis Masa Depan”. Di tingkat nasional, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memilih tema “Penguatan Literasi dan Vokasi dalam Membangun Ekonomi Berkelanjutan” di peringatan Hari Aksara Internasional 2016.

Tema yang diambil pemerintah Indonesia itu mengacu pada enam kemampuan literasi, yaitu kemampuan baca tulis berhitung (Calistung), sains, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), keuangan, budaya, dan kewarganegaraan. Tema tersebut selaras dengan Nawa Cita yang menjadi agenda prioritas pemerintah Indonesia terkait pembangunan vokasi atau peningkatan keterampilan hidup masyarakat.

Tema ini menjadi isu global karena tahun 2015 merupakan akhir dari dekade “Pembangunan untuk Berkelanjutan” dari UNESCO, atau UNESCO Decade of Education for Sustainable Development. Dekade ini juga merupakan akhir dari Millennium Development Goals (MDG’s) menjadi Sustainable Development Goals (SDG’s).
1
Pesan utama dari tema tersebut adalah untuk menunjukkan bahwa keaksaraan bukan hanya sekadar prioritas pendidikan, melainkan investasi yang sangat penting bagi masa depan yang berkesinambungan. Setiap negara memperingati Hari Aksara Internasional untuk mengingatkan pentingnya keaksaraan dalam membangun peradaban dan meningkatkan kualitas hidup manusia.

Hingga saat ini, usaha pemerintah Indonesia untuk memberantas tuna aksara di Indonesia telah mencapai hasil yang positif. Data Kemendikbud menunjukkan telah terjadi penurunan yang sangat siginifikan dalam hal penuntasan tuna aksara di Indonesia. Pada tahun 2005, persentase penduduk tuna aksara di Indonesia masih di angka 9,55 persen, atau sekitar 14,89 juta orang. Namun, angka tersebut menurun pada tahun 2014 menjadi 3,7 persen atau sekitar 5,94 juta orang.

Sampai sekarang pun upaya penuntasan tuna aksara terus dilakukan pemerintah Indonesia, salah satunya melalui program-program keaksaraan yang dijalankan Kemendikbud. Program-program tersebut antara lain melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi negeri dan swasta dalam upaya gerakan masif penuntasan tuna aksara, serta program pemberdayaan masyarakat, seperti dukungan terhadap Taman Bacaan Masyarakat (TBM), atau penyelenggaraan Bengkel Literasi yang mengundang komunitas literasi. Diharapkan, angka tuna aksara di Indonesia semakin kecil, sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. (Desliana Maulipaksi)

Pamong Belajar BP PAUD dan Dikmas Menjadi Widyaprada?

IMG_20150224_101537
Jakarta (24/08/2016) Seiring dengan rencana penarikan 21 Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) provinsi ke pusat menjadi Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan Dikmas) berkembang wacana perubahan pamong belajar menjadi widyaprada. Wacana ini menambah hangatnya diskursus di jagat pendidikan nonformal di samping wacana perubahan pamong belajar Sanggar Kegiatan Belajar menjadi guru pendidikan nonformal.

Berdasarkan Peraturan Menteri PAN dan RB pasal 1 angka (2) ditegaskan bahwa pamong belajar adalah pendidik dengan tugas utama melakukan kegiatan belajar mengajar, pengkajian program, dan pengembangan model pendidikan nonformal dan informal. Sejatinya pendidik melekat pada sebuah satuan pendidikan, sementara itu BP PAUD dan Dikmas bukanlah satuan pendidikan. BP PAUD dan Dikmas mempunyai tugas melaksanakan pengembangan mutu pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam BP-PAUD dan Dikmas menyelenggarakan fungsi (a) pengembangan program pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; (b) pemetaan mutu pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; (c) supervisi satuan pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; (d) fasilitasi penyusunan dan pelaksanaan program pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; (e) pengembangan sumber daya pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; (f) pengelolaan sistem informasi pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; (g) pelaksanaan kemitraan di bidang pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat; dan (h) pelaksanaan urusan administrasi BP-PAUD dan Dikmas (Permdikbud Nomor 69 Tahun 2015). Jika dicermati dari tugas dan fungsi di atas sebenarnya tidak pas lagi jika diampu oleh pamong belajar yang berstatus sebagai pendidik, walau memiliki tugas utama selain kegiatan belajar mengajar yaitu pengkajian program dan pengembangan model. Terlebih fungsi pemetaan mutu dan supervisi (oleh BP PAUD dan Dikmas) tidak bisa melekat pada tugas pokok pamong belajar sebagai pendidik.

Di sisi lain Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) berdasarkan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2015 memiliki tugas melaksanakan penjaminan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah di provinsi berdasarkan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam melaksanakan tugas tersebut maka LPMP menyelenggarakan fungsi (a) pemetaan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah; (b) pengembangan dan pengelolaan sistem informasi mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah; (c) supervisi satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam pencapaian standar nasional pendidikan; (d) fasilitasi peningkatan mutu pendidikan terhadap satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam penjaminan mutu pendidikan; (e) pelaksanaan kerja sama di bidang penjaminan mutu pendidikan; dan (f) pelaksanaan urusan administrasi LPMP. Coba bandingkan antara fungsi BP PAUD dan Dikmas serta LPMP, ada kemiripan bukan? Jabatan fungsional yang ada di LPMP sampai saat ini adalah widyaiswara.

Persoalannya jabatan fungsional yang ada LPMP yaitu widyaiswara kurang cocok dengan tugas dan fungsi LPMP. Widyaiswara adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diangkat sebagai pejabat fungsional oleh pejabat yang berwenang dengan tugas, tanggung jawab, wewenang untuk mendidik, mengajar, dan/atau melatih Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada lembaga pendidikan dan pelatihan (diklat) pemerintah. Masih ada fungsi LPMP yang tidak bisa dikerjakan oleh widyaiswara. Lebih dari itu widyaiswara hanya mendidik para PNS, bukan lainnya. Padahal dalam melaksanakan kegiatannya LPMP disamping melatih guru yang berstatus PNS maupun juga melatih guru non PNS.

Berangkat dari pemikiran inilah ada upaya untuk membentuk jabatan baru di lingkungan LPMP agar fungsinya bisa optimal dikerjakan oleh jabatan fungsional tertentu. Karena pelaksanaan fungsi di luar pendidikan dan latihan tidak bisa dikerjakan oleh widyaiswara. Jabatan fungsional tertentu itu dirancang diberi nama widyaprada, yang diharapkan dalam mengakomodasi pelaksanaan fungsi LPMP.

Sehubungan tugas fungsi BP PAUD dan Dikmas serta LPMP memiliki kemiripan, maka pembentukan jabatan fungsional widyaprada akan diberlakukan pada kedua lembaga tersebut. Apa arti widyaprada?

Sulit menemukan arti kata prada secara online. Hanya sedikit yang bisa menjelaskan. Dari sedikit itu ditemukan bahwa prada dalam bahasa Sanskerta berarti pintar, dalam bahasa yang sama prada juga mempunyai makna pemberian, bantuan. Berbeda dengan perada yang memiliki arti kertas dari emas (perak, timah) untuk perhiasan atau tulisan. Sedangkan widya memiliki arti bakti, benar, berasal dari bahasa Sansekerta vidya yang berarti pengetahuan, diharapkan datang, ilmu, ilmu pengetahuan, keteguhan, kebijaksanaan, pengaruh dan kekuasaan. Jadi kalau boleh diterjemahkan bebas widyaprada adalah orang yang (diharapkan) memberi bantuan. Bantuan apa? Bantuan dalam rangka mengembangkan mutu bagi widyaprada BP PAUD dan Dikmas serta bantuan dalam rangka melaksanakan penjaminan mutu bagi widyaprada LPMP.

Memang ada perbedaan penggunaan kosa kata antara mengembangkan mutu (BP PAUD dan Dikmas) dan melaksanakan penjaminan mutu (LPMP), namun keduanya memiliki muara yang sama yaitu upaya pemenuhan standar nasional pendidikan.

Namun demikian pembentukan jabatan fungsional baru memerlukan waktu yang cukup panjang. Perlu disiapkan kajian dan naskah akademik serta payung hukum. Bahkan jika benar pamong belajar pada Sanggar Kegiatan Belajar benar akan dirubah menjadi guru pendidikan nonformal, maka pamong belajar akan hapus dan tinggal sejarah. Berarti itu harus merubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, dimana keberadaan pamong belajar diakui di dalamnya. Dan pembahasan pembentukan jabatan fungsional baru melibatkan berbagai kementerian dan lembaga sehingga waktu yang dibutuhkan pun tidak sebentar.

Lepas dari itu semua jika memang optimalisasi tugas dan fungsi unit pelaksana teknis (UPT) harus didukung oleh jabatan fungsional tertentu yang tepat, maka tidak ada salahnya diucapkan selamat datang widyaprada! (Walau kini dikau masih berujud embrio, yang entah kapan dirimu akan lahir?) by Fauzi Eko Pranyono